Selasa, 04 Desember 2012


 "6 Sahabat 2 Cerita"


                 Bagai mencuil dari bumi ke langit, menggebu-gebu tiada henti semangat temanku, Adit. Sudah sebulan lamanya kami ketahui bahwa ia akan pulang hari ini ke Jakarta.
              Sebulan lebih lamanya ia ditanah Borneo demi mengikuti ayahnya, akhirnya Andi pun berkesempatan mengunjungi kami : Aku, Adnan, Keysa, Lulu dan Maurin. Lama sudah menanti kehadirannya, Maurin selaku kekasih hati, dambaan Adit tak sabar lagi ingin bertemu belahan jiwanya tersebut. Adit dan Maurin memang lama sudah bersahabat, namun umur hubungan 'pacaran' mereka baru seumur jagung yang kalau aku tidak salah baru sekitar 3 bulanan.
                 Masih teringat kala itu saat Adit meminta Maurin menjadi bagian darinya, saat itu kami tengah bermain basket, ya diantara kami berenam, menurutku memang Maurin lah yang paling style dan menawan, Aku dan Adit sering bersaing mendapat perhatian dari nya, waktu itu Adit memang sudah punya rencana untuk mengait Maurin dan ia pun memberitahukan kepadaku. Aku pun hanya tersenyum sambil berkata dalam hati "ya sudahlah, kalau dia memang harus dengan Adit, mungkin itu kebahagiaannya" ternyata aku benar aku cemburu aku kecewa dengan sang separuh hatiku yang menerima lelaki lain dihatinya. Namun demi persahabatan aku relakan dia untukmu.
                 Sementara itu salah satu sahabat kami sang rapper  yakni Adnan berada diantara dua hati Keysa dan Lulu. Memang Adnan lebih menyukai cewek tomboy seperti Keysa, namun Lulu lebih perhatian dan peduli kapada Adnan dibanding Keysa.
                Ya, hidup adalah pilihan yang membuat kita bingung, itulah hal yang dirasakan oleh Adnan. Dia sering dilema untuk memilih antara cewek tomboy, cantik, namun kurang peka dan cewek shaleh, cantik, dan penuh perhatian. Adnan seakan seperti memilih buah simalakama. Anehnya aku sering memperhatikan ketika Lulu mendekati Adnan, Keysa sering geram dan ujung-ujungnya pun kalut alias "galau". Bukan hanya Lulu, Adnan dan Keysa pun sering terlihat galau karena Cinta Segitiga ini.
***
                 Hmmm, sampai suatu hari Adit pun sampai di Bandara Soekarno Hatta, kami menyambutnya di lobi bandara. Maurin yang sudah sangat lama dihantui oleh rasa rindu kepada sang pujaan hatinya pun ikut disana, dia memakai pakain dengan warna kesukaan Adit, Biru, Maurin terlihat sangat cantik memakai gaun itu dan sangat menawan hati ini.
                 Tidak lama kemudian Adit pun muncul dengan gagahnya memakai kacamata hitam. Maurin pun berlari dengan penuh semangat mengejar sang kekasih dengan sedikit kaca dimatanya.
Wah!!! rasanya bagai diinjak,ditusuk, Aku pun tak tahan melihat lepas rindu Adit dan Maurin. Aku pun sempat beranggapan, mungkin Maurin sengaja mencemburuiku. Ah tapi itu hanya perasaanku saja. Adnan yang mengerti perasaanku mencoba menghibur, ia mengajakku ke tempat tongkrongan kami, disana kami besenda gurau ditemani musik yang menawar hati.
                Beruntung aku punya sahabat sebaik Adnan, disaat aku patah hati dan butuh seseorang hadir disisiku. Ia selalu mengerti perasaanku, andai dia cewek akan kujadikan dia pacarku.
Malam pun datang, matahari terhanyut dalam dekapan bulan, malam ini sunyi, sepi, namun malam itu kami manfaatkan untuk makan malam bersama-sama(Aku, Adnan, Adit, Maurin, Lulu, dan Keysa).
Memang ini persahabatan, terkadang kita bahagia namun ada kalanya kita terpurukdan terhanyut dalam kepedihan. Hanya satu rangkaian kata dan kalimat yang dapat kujalin:
                                   " Tersenyumlah meski hari ini hari yang gelap untuk jiwa yang sepi, 
                                      karena dibalik awan ada cerita Semua Tentang Kita yang terukir 
                                      dengan indahnya."

7 komentar: